Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 06 Desember 2008

rpp sma x

UNIT 5 PENGALAMAN (halaman s.d. )

RENCANA PEMBELAJARAN
Nomor 13

IDENTITAS SEKOLAH, SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU


NAMA SEKOLAH
MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER X (sepuluh) / 1 (satu)
PROGRAM
ASPEK PEMBELAJARAN Berbicara
STANDAR KOMPETENSI Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita

KOMPETENSI DASAR Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.

INDIKATOR Menyampaikan secara lisan pengalaman pribadi (yang lucu, menyenangkan, mengharukan, dsb.) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat
Menanggapi pengalaman pribadi yang disampaikan

ALOKASI WAKTU 4 x 45 menit (2 x pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN


TUJUAN Siswa mampu menceritakan pengalaman pribadi dengan diksi, ekspresi, dan intonasi yang tepat

MATERI POKOK PEMBELAJARAN Cerita peng­alam­an (yang lucu, menggembirakan, mengharukan, dsb.)
Penggunaan diksi
(pilihan kata)
Penggunaan intonasi, jeda, dan ekspresi


METODE PEMBELAJARAN


Presentasi
Diskusi Kelompok
v Inquari
Tanya Jawab
v Penugasan
v Demontrasi /Pemeragaan Model

KEGIATAN PEMBELAJARAN


TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBUKA
(Apersepsi) Guru menceritakan pengalaman hidupnya yang berkesan dan menarik.
Guru menawarkan kesempatan kepada siswa yang punya pengalaman menarik dan ingin menceritakannya kepada teman
Guru mengajak siswa menyadari bahwa menceritakan pengalaman bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain



Pertemuan ke-1 (90’)
Siswa diajak untuk mengevaluasi bagaimana cara Guru dan Siswa tersebut menceritakan pengalamannya. Apakah sudah menarik?
Siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk menemukan sebab-sebab seseorang mampu bercerita menarik dan tidak menarik
Guru memutarkan VCD peragaan menceritakan pengalaman hidup secara menarik. Atau disampaikan oleh siswa sebagai model.
Siswa menjawab sejumlah pertanyaan seputar teknik atau tatacara bercerita yang ditampilkan peraga/model.
Siswa bersama guru merumuskan teknik bercerita yang menarik.
Guru menjelaskan tahap-tahap penting yang harus dilalui dalam menceritakan pengalaman.
Siswa mempersiapkan diri menceritakan pengalaman hidup sesuai tahap-tahap yang telah ditentukan.

Pertemuan ke-2 (90’)
Siswa masuk dalam kelompok dan secara bergiliran menceritakan pengalaman hidupnya masing-masing.
Sambil menyimak, siswa memberikan penilaian dengan menggunakan blangko penilaian yang telah dibagikan Guru.
Siswa memberi tanggapan (pertanyaan, saran/masukan) atas cerita teman sekelompok yang telah didengarkannya.
Siswa yang berceritanya paling baik dalam kelompok, diminta menceritakan kembali pengalamannya di depan kelas.

PENUTUP
(Internalisasi dan refleksi)
Siswa menjawab soal-soal kuis uji teori untuk mereview konsep-konsep penting tentang bercerita pengalaman yang telah dipelajari
Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

SUMBER BELAJAR


v Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman

v Material: VCD, kaset, poster VCD peragaan menceritakan pengalaman
Mediacetak dan elektronik Teks kisah-kisah pengalaman hidup yang menarik
Website internet
Narasumber
v Model peraga Siswa yang berkemampuan baik dalam bercerita
Lingkungan

PENILAIAN





v Tes Lisan
v Tes Tertulis
v Observasi Kinerja/Demontrasi
Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
v Pengukuran Sikap
v Penilaian diri

INSTRUMEN /SOAL

Perintah kepada siswa untuk menceritakan pengalaman hidupnya dalam kelompok.
Perintah kepada siswa untuk memberikan tanggapan secara positif atas cerita yang disampaikan teman sekelompok.
Daftar pertanyaan tertulis kuis uji teori untuk menguji pemahaman siswa atas konsep-konsep yang telah dipelajarinya

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI Blangko Penilaian menceritakan pengalaman hidup (terlampir)






RENCANA PEMBELAJARAN
Nomor 14

IDENTITAS SEKOLAH, SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU


NAMA SEKOLAH
MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER X (sepuluh) / 1 (satu)
PROGRAM
ASPEK PEMBELAJARAN Mendengarkan

STANDAR KOMPETENSI Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung

KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman

INDIKATOR Menyebutkan tema puisi yang didengar
Menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, roman, ode, himne, satire, dll.)
Menjelaskan maksud puisi
Mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri

ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit ( 2 x pertemuan)


TUJUAN PEMBELAJARAN


TUJUAN

MATERI POKOK PEMBELAJARAN Rekaman puisi yang berjenis tertentu atau yang dibacakan
jenis puisi
isi puisi
tema puisi
maksud puisi


METODE PEMBELAJARAN


v Presentasi
v Diskusi Kelompok
v Inquari
v Tanya Jawab
v Penugasan
Demontrasi /Pemeragaan Model

KEGIATAN PEMBELAJARAN


TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBUKA
(Apersepsi) Guru membacakan penggalan/bait puisi yang menarik dan maknanya mengundang rasa ingin tahu, misalnya: luka dan bisa kubawa berlari, berlari hingga hilang pedih peri, dan aku lebih tidak peduli, aku ingin hidup seribu tahun lagi.
Guru mempersilakan siswa untuk menjelaskan maksud kata-kata dalam penggalan puisi tersebut.
Guru mengajak siswa untuk menyadari ada hal yang tidak biasa dalam bahasa puisi dan memahami makna puisi dibutuhkan perspektif yang luas dari pembaca



Pertemuan ke-1 (90’)
Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali unsur-unsur yang membangun puisi.
Siswa berdiskusi untuk mengidentifikasi sifat-sifat khas bahasa puisi dan jenis-jenis puisi berdasarkan kejelasan maknanya.
Guru menjelaskan pendekatan parafrase sebagai cara menginterpretasikan makna / isi puisi
Siswa menyimak puisi yang dibacakan guru/siswa atau melalui rekaman.
Siswa memparafrasekan puisi yang telah didengarkannya.
Siswa menjawab sejumlah pertanyaan lisan seputar isi puisi.

Pertemuan ke-2 (45’)
Siswa mengerjakan Uji Kompetensi Kelompok.
Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan ditanggapi bersama

PENUTUP
(Internalisasi dan refleksi)
Siswa menjawab soal-soal kuis uji teori untuk mereview konsep-konsep penting tentang cara memahami isi puisi yang telah dipelajari
Guru memotivasi siswa untuk semakin gemar membaca puisi sehingga kemampuannya memahami isi puisi semakin baik.
Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

SUMBER BELAJAR


Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman
Apresiasi Puisi dan Prosa karya Putu Arya Tirtawirya terbitan Nusa Indah tahun 1982 halaman

Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi karya
Liberatus Tengsoe Tjahjono terbitan Nusa Indah tahun 1987 halaman


V Material: VCD, kaset, poster VCD pembacaan puisi
Mediacetak dan elektronik Teks-teks puisi di koran/majalah
Website internet
Narasumber
Model peraga Siswa peraga pembaca puisi
Lingkungan

PENILAIAN





v Tes Lisan
v Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demontrasi
v Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
v Pengukuran Sikap
Penilaian diri

INSTRUMEN /SOAL

Tugas untuk memparafrasekan puisi
Daftar pertanyaan lisan dan tertulis tentang isi puisi

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI Blangko observasi diskusi kelompok (terlampir di bawah)

RENCANA PEMBELAJARAN
Nomor 15

IDENTITAS SEKOLAH, SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU


NAMA SEKOLAH

MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia

KELAS /SEMESTER X (sepuluh) / 1 (satu)

PROGRAM

ASPEK PEMBELAJARAN Menulis

STANDAR KOMPETENSI Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi

KOMPETENSI DASAR Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima

INDIKATOR Mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima
Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima
Menyunting puisi baru yang dibuat teman

ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit ( 2 x .pertemuan)


TUJUAN PEMBELAJARAN


TUJUAN
Siswa mampu menulis puisi dengan memperhatikan bait, irima, dan rima

MATERI POKOK PEMBELAJARAN Contoh puisi baru
Ciri-ciri puisi baru
Bait puisi
Rima puisi
Irama puisi


METODE PEMBELAJARAN


Presentasi
Diskusi Kelompok
Inquari
v Tanya Jawab
v Penugasan
v Demontrasi /Pemeragaan Model

KEGIATAN PEMBELAJARAN


TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN
PEMBUKA
(Apersepsi) Guru menanyakan kepada siswa yang gemar menulis puisi. Guru meminta siswa tersebut men-sharingkan pengalamannya menulis puisi (dibimbing Guru untuk mengungkapkan mengapa menulis, jenis puisi yang disukai, dikemanakan/untuk apa puisi itu, kesulitan yang dihadapi, bagaimana proses keatif/pencptanyaannya, dll)
Guru memperlihatkan/membacakan beberpa contoh puisi pilihan karya siswa (kakak kelas tahun lalu)
Guru meyakinkan dan memotivasi siswa bahwa siapa pun bisa menulis puisi



Pertemuan ke-1 (90’)
Guru menjelaskan proses atau tahapan menulis puisi
Guru menjelaskan unsur bait, diksi, rima dan irama dalam puisi
Guru menyebutkan macam-macam jenis puisi baru, baik menurut isi maupun struktur baitnya
Siswa menjelaskan macam-macam jenis puisi.
Siswa menentukan jenis puisi dan mengidentifikasi jenis rima yang dipergunakan.
Siswa berlatih menulis puisi dengan mengerjakan tugas Uji Kompetensi Diri


Pertemuan ke-2 (45’)
Siswa saling menukarkan puisinya untuk diapresiasi dan disunting
Guru memberi tanggapan atas pusi-puisi karya siswa yang telah dikumpulkan
Beberapa siswa yang ditunjuk atau dipilih karyanya secara bergantian membacakan puisinya di depan kelas untuk diparesiasi bersama
Guru menugasi siswa di rumah untuk membuat beberapa puisi sekaligus

PENUTUP
(Internalisasi dan refleksi)
Siswa menjawab soal-soal kuis uji teori untuk mereview konsep-konsep penting tentang penulisan puisi yang telah dipelajari
Guru memotivasi siswa untuk semakin gemar menulis puisi sehingga kemampuannya semakin baik.
Siswa merefleksikan nilai-nilai serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran

SUMBER BELAJAR


Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman
Apresiasi Puisi dan Prosa karya Putu Arya Tirtawirya terbitan Nusa Indah tahun 1982 halaman

Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi karya
Liberatus Tengsoe Tjahjono terbitan Nusa Indah tahun 1987 halaman

Material: VCD, kaset, poster
Mediacetak dan elektronik Contoh Teks puisi
Website internet
Narasumber
Model peraga
Lingkungan Lingkungan sekitar (alam, sosoial, budaya)

PENILAIAN





Tes Lisan
v Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demontrasi
v Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
v Pengukuran Sikap
Penilaian diri

INSTRUMEN /SOAL

Perintah untuk menulis puisi
Projek untuk menerbitkan bunga rampai puisi
Tugas untuk menjelaskan arti jenis-jenis puisi dengan menggunakan kamus atau sumber lain

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI
Rubrik penilaian karya puisi (terlampir di bawah)

Selasa, 01 Januari 2008

mengungkap kebenaran islam

dalam islam telah diungkapkan bahwa "inna dopatul minal iman" yang berarti kebersihan sebagian daripada iman. satu yang terlintas dalam benak saya 'kenapa kebersihan merupakan sebagian daripada iman?kenapa bukan shalat lima waktu yang akan mendekatan diri pada keimanan'.
setelah diteliti dengan seksama ternyata didalam tubuh kita tersimpan sesuatu sistem perlindungan yang setiap saat melindungi tubuh kita dari berbagai macam makhluk yang akan merusak tubuh kita, yang biasa disebut dengan sistim Imunitas/kekebalan tubuh. imunitas didalam tubuh kita terbagi menjadi tiga bagian yaitu imunitas yang selalu berkeliling disekitar tubuh kita, boleh dibilang sebagai satpam, jika ada makhluk asing yang masuk ketubuh kita imun ini akan dengan segera mendeteksi makhluk tersebut, setelah terdeteksi sisitem penyusun di tubuh makhluk asing ini maka imun dengan segera pergi ke imun pusat.
didalam imun pusat yang terletak disumsum tulang belakang, akan segera mendeteksi informasi yang didapat, sehingga dengan segera dibuat suatu imun baru dimana imun ini akan menyerang khusus makhluk asing ini dan inilah imunitas yang ketiga. imunitas ini diibaratkan sebagai tentara yang siap bertempur dan siap untuk mati demi terlindungnya tubuh dari makhluk asing, imunitas ini akan segera menuju lokasi makhluk asing yang masuk kedalam tubuh. dan dengan segera pula imun ini menyerang tanpa belaskasihan.
sehingga dengan demikian jelaslah bahwasanya Allah sendiri membuat suatu perlindungan dalam tubuh yang menjaga setiap saat, tapi bagaimana dengan kita sendiri yang memiliki tubuh ini, hanya seenaknya saja menggunakan tetapi tidak merawat dengan seksama.
silahkan simak dan pikirkan dengan baik-baik, apakah tulisan ini menambah keimanan saudara?????

Sabtu, 01 Desember 2007

efek grenhous

green house pada dunia pertaniandigunakan sebagai tempat untuk menanam tumbuhan yang berada pada lokasi dengan cahaya matahari yang sangat kurang. cara kerja grenhouse itu sendiri adalah sebagai penerima cahaya matahari dan menyimpan cahaya itu sebagai energi untuktanaman dapat melakukan fotosintesis.
kaca yang menahan sinar matahari sehingga berada pada ruangan itu diaplikasikan kepada keadaan alam sekarang ini dimana lapisan ozon yang sudah mulai rusak diakibatkan manusia. cara kerja efek greenhouse hampir sama dengan greenhouse dimana lapisan ozon diumi sudah tidah dapat

Jumat, 26 Oktober 2007

kesehatan

Pingsan………………..

Pasti anda pernah melihat orang yang pingsan. Anda tahu kenapa pingsan itu terjadi? Pingsan yang terjadi itu biasanya diakibatkan karena pada saat orang itu berada di sebuah tempat yang suhunya tinggi akhirnya pasti anda akan keringatan. Saat keringat itu keluar maka garam yang berada pada sel-sel tubuh anda akan keluar juga sehingga tubuh anda akan kekuarangan garam.

Garam pada tubuh kita berfungsi sebagai produksi darah dan energi pada otot-otot tubuh sehingga apabila tubuh kekuarangan garam akan mengakibatkan tubuh kita lemas dan secepat mungkin akan pingsan.

kesehatan

puziiiiiiiiiiiiiiiiiing

Anda suka es krim???

Ya hampir seluruh masyarakat menyukai es krim, termasuk saya juga. Setelah anda memakan es krim apa yang anda rasakan. Pasti anda merasakan kepala anda pusing. Anda bingung mengatasinya????

Sebarnya rasa pusing yang anda rasakan setelah anda memakan es krim itu diakibatkan pembuluh arteri yang menuju ke otak mengalami pembesaran sehingga volume darah yang masuk ke otak meningkat dan tubuh pun shock. Cara mengatasinya anda cukup menempelkan lidah anda ke langit-langit ujung gigi-anda kemudian tekan beberapa menit. Pasti akan segar kembali….

Selamat mencoba……………….

mengungkap sains dengan islam

ayam potong vs ayam nonpotong
Daging ayam memang enak untuk dinikmati. tapi tahukah anda mengapa pada islam sangat dianjurkan memakan ayam yang dipotong terlebih dahulu????? pada makhluk hidup terdapat suatu alat transportasi yang sangat penting yaitu peredaran darah. seperti halnya jalan raya bayak macam benda disana, mulai dari mobil, motor yang beraneka ragam dan juga ada segelintir manusia yang sedang beraktifitas. tak jauh beda pada peredaran darah, selain darah alat transport yang utama ada beberapa benda yang terdapat pada darah mulai dari mineral, vitamin, air bahkan virus pun banyak berkeliaran disana.
karena pada darah ada terdapat virus yang berkeliaran maka dianjurkan agar darah dibuang terlebih dahulu karena jika tidak dipotong maka darah akan membeku dan akan mengembangbiakkan virus dalam ayam yang mati tersebut. tapi jika kita akan memakan ayam dan ayamnya disembelih dahulu maka kitapun akan terbebas dari serangan virus yang mematikan. jadi sebenarnya islam itu tidak merepotkan tapi islam itu bersih, islam itu ingin kita sehat... maka jelaslah jika nabi bersabda bahwa "inna dopatu minal iman" yang artinya kebersihan itu sebagian dari pada iman...
gimana masih menganggap islam itu ribet atau anggap islam itu bersih.....